..bencana/kasih sayangNya?

•Februari 6, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

kasih sayangNya
setiap kejadian merupakan akumulasi dari berbagai macam sebab, baik yang datang dari diri kita maupun dari luar diri kita. dengan sebegitu bijaknya Dia, setiap kejadian telah di menejNya, sebegitu proporsional, sehingga tidak ada satu kejadian pun yang sia- sia. semua itu adalah dalam rangka menyempurnakan manusia, sebagai hamba n sekaligus khalifahNya dimuka bumi ini.
kalau kita ingat waktu sekolah, pak guru yang bijak akan memberikan latihan- latihan, ulangan, pr, kuis dll. semua itu sama sekali bukan untuk membebani kita atau karena bencinya beliau kepada kita, justru karena sayangnya beliau pada kita, beliau hendak mengasah/ menyempurnakan kemampuan kita, mungkin kita baru menyadari setelah kita dewasa, karena sifat kekanak-kanakan kita kala itu. demikian juga untuk bisa naik kelas tentunya kita akan melalui berbagai ujian. seorang guru yang bijak tentunya tidak akan memberikan soal untuk anak sma kepada anak sd, juga sebalikya
coba kita kembali mengingat masa kecil lagi, ketika kita pilek, dan kebetulan ada yang jual es lewat depan rumah kita, dan kita ingin n minta dibelikan kepada ibu kita, ternyata beliau tidak membelikannya, bahkan beliau memberi kita pil yang sama sekali tidak kita sukai. apakah beliau membenci kita? tidak sayang kepada kita? sama sekali bukan, justru itu adalah wujud kasih sayang beliau kepada kita. begitu terbatasnya kemampuan kita, seringkali kita menganggap sesuatu itu baik dan kita menyukainya, ternyata hal itu buruk akibatnya, juga sebalikya
mungkin yang sangat penting untuk dikembangkan adalah sikap baik sangka/ husnudhon pada setiap kejadian, bahwa semua telah melalui menejemen Ilahi yang begitu proporsional, begitu bijak, dalam rangka penyempurnaan kita…
Allau a’lam

Tujuan Manusia?!

•Januari 12, 2007 • 1 Komentar

TUJUAN MANUSIA
Hendak kubawa kemana hidupku?!

Seluruh manusia mempunyai tujauan yang sama,
Mencari dan mendamba kebahagiaan.
Letak bedanya hanyalah dalam memahami,
Apakah sebenarnya kebahagiaan itu?
Dimana letak kebahagiaan itu berada?
Setiap orang punya tingkat pemahaman masing- masing.
Kesitulah setiap individu menuju,
Untuk itulah setiap orang berjuang.
Bahkan disitulah nilai serta muara kehidupan setiap orang ditentukan

Akal dan nafsu manusia masing- masing mencari dan menawarkan kebahagiaan.
Akal, mensyaratkan harus melalui pintu kebenaran
Nafsu membolehkan lewat pintu mana saja.
Yang satu serba benar, yang lain serba boleh.
Akal selalu mengajak kepada kebenaran Tuhan
Nafsu selalu mengajak kepada kesenangan dirinya secara egois
“Yang penting benar, itulah kunci kebahagiaan”, kata akal
“Yang penting senag, itulah kunci kebahagiaan”, kata nafsu

Pergolakan akal dan nafsu adalah perang tanding abadi
Yang menentukan hidup/ matinya kebahagiaan tiap orang
Bahkan sangat menentukan hidup/matinya kemanusiaan tiap orang.
Disitulah kiprah hidup manusia dipertaruhkan
Disitu pula nilai kemanusiaan seseorang ditentukan
Untuk inilah para nabi diutus & kitab suci diturunkan
Demi membimbing akal manusia agar mampu mengelola nafsunya…..
Demi menyempurnakan kemanusiaan manusia & menggapai kebahagiaan sejati…
Nah…
Kini, kemanakah tujuan hidup kita?!
Kebahagiaan model apakah yang tengah kita perjuangkan?!
Disitulah dasar nilai serta mutu hidup kita
Dari sinilah setiap orang membangun/ meruntuhkan masa depannya sendiri- sendiri.

Membanding?!

•Januari 12, 2007 • 1 Komentar

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu’alaikum wr wb

Tiada yang lebih indah untuk mengawali seluruh rangkaian tulisan dalam blog sederhana ini,
Selain memulai dengan motifasi penghambaan kita kepadaNya.
Sebagai implementasi tugas suci dari Yang Maha Suci..
Mari kita selalu mewaspdai niat,
Karena setiap gerak fisik, hati, dan fikir kita, sangat tergantung nilainya pada mtifasi dibalik itu semua

Membanding?!
Kita telah memilih teman, memilih sekolah, memilih pekerjaan,
Sudahkah kita memilih agama?! Logiskah kita memilih sebelum kita membanding?!

Kita hidup ditengah berbagai alternatif
Kehendak bebas kita mengemban tugas,
Untuk memilih alternatif mana yang menguntungkan.
Manakala kita salah memilih, kita akan menanggung konsekuensinya,
Karena tiap pilihan meniscayakan adanya suatu konsekuensi logisnya
Kita telah memilih teman, memilih jurusan pendidikan, memilih jenis pekerjaan,
Memilih, memilih, dan memilih……..
Namun pernahkah kita memilih agama,
Yang dengannya kesuksesan dunia dan akhirat kita ditentukan
Sudahkah kita serius memilih,
Melabihi keseriusan kita pada saat memilih teman hidup?
Logiskah kita memilih tanpa membanding
Adakah keberagamaan kita merupakan hasil kerja membanding kita?
Ataukah sekedar ikut arus lingkungan &warisan orang tua/ nenek moyang kita?

Coba kita renungkan….
Bila saja kita dilahirkan dalam suatu komunitas, lingkungan, keberagamaan, yang sama sekali berbeda dengan yang sekarang kita rasakan. Akankah kita menganut agama sebagaimana yang kita anut sekarang??????????

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.